Sulselmengabari – Setelah sekian banyak polemik yang melibatkan dirinya, Setya Novanto, dikabarkan mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setnov lalu menunjuk anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, untuk menggantikan posisinya.

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR yang juga anggota Fraksi Partai Golkar Roem Kono mengakui, dirinya mendengar hal tersebut.

Menurut Roem, kemungkinan DPP Partai Golkar akan membicarakan soal surat Novanto ini dalam rapat pleno partai pekan depan yang akan membahas agenda musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

“Benar saya mendengar kabar kalau Pak Novanto mundur, tapi masih sebatas dengar informasinya ya, tapi melihat surat itu belum,” kata Roem Kono.

Roem Kono menambahkan, di internal partai beringin sendiri hingga kini kabar pengunduran diri Setya Novanto masih menjadi perbincangan dan perdebatan. Pasalnya, surat pengunduran tersebut belum diketahui keberadaan dan kebenarannya.

“Internal sendiri masih bertanya suratnya seperti apa, di mana, belum ada yang tahu dan di dalam surat itu (Setya Novanto) menyatakan mundur, dan rekomendasikan Aziz Syamsuddin. Ini akan jadi bahan masukan untuk rapat pleno DPP Senin,” ujar Roem Kono.

Sebelumnya, beredar rilis di beberapa grup Whatsapp yang menyebutkan anggota Fraksi Golkar Robert J Kardinal bersama Aziz Syamsuddin mengadakan pertemuan dengan mengundang fraksi-fraksi di DPR RI. Namun yang hadir hanya Arsul Sani (PPP) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB).

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, membenarkan dirinya hadir dalam pertemuan tersebut.

Arsul menuturkan, dalam pertemuan tersebut Robert menyampaikan soal pengunduran diri Setya Novanto sebagai ketua DPR. Disampaikan pula bahwa Golkar mengusulkan Aziz Syamsuddin sebagai pengganti Novanto.

“Cuma dikasih info bahwa Pak Nov mundur, Golkar usulkan Aziz. Sudah cuma itu,” kata Arsul melalui pesan singkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here