foto: Aksi P2AP di DPRD Provinsi Sulsel

Sulselmengabari, Makassar – Perhimpunan penyalur ayam potong (P2AP) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis, (09/08/2018) siang, aksi tersebut diikuti ratusan demonstran.

Menurut kordinator aksi, Djafar, bahwasanya aksi tersebut terpaksa digelar karena adanya kekuatan pemodal besar berusaha menguasai tata niaga ayam broiler. Dampak dari persoalan tersebut dianggap akan mematikan mata rantai jalur distribusi ayam broiler yang selama ini berjalan.

Perusahaan integrasi telah mengusai alur distribusi mulai budidaya ayam broiler, pemotongan (RPA) karkas, rangkaian pemasaran meliputi ayam hidup/life birds dan ayam karkas (fresh dan beku) masuk ke pasar tradisional, pasar becek bahkan ke konsumen dengabnn outlet-outlet semacam minimarket.

“Keadilan Pelan tapi pasti segmen pasar yang selama ini dikelola pedagang kemudian dikuasai/diambil alih oleh perusahaan dengan modal besar (perusahaan yang terintegrasi dengan pabrik) akhirnya mematikan usaha yang selama ini pedagang kelola,” ungkap korlap, Muhajir.

Peserta aksi berharap, agar keseimbangan tercapai. seharusnya perusahaan integrasi menjadikan pedagang sebagai ujung tombak penjualan ayam broiler, agar pedagang mampu menjual ayam broiler secara maksimal. seharusnya perusahaan dengan kekuatan modal besar (kemitraan yang terintegrasi dgn pabrik/internal atau kemitraan ekaternal) melakukan pendampingan ke pedagang berupa pelatihan atau semacamnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here