Sulselmengabari, Makassar – Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsebar, Jalan Urip Sumuharjo Makassar, Senin, (25/3/2019) siang

Unjukrasa yang digelar GPMI ini sebgai bentuk protes terhadap kelakuan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Tarmizi, yang ikut menjemput Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, di Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (23/03/2019).

Tindakan Kajati tersebut, dianggap bermuatan politis, sehingga GPMI menuntut agar Kajati Sulselbar mundur dari jabatannya.

“Kita secara-bersama-sama mengetahui jika kajati Sulselbar telah menjemput Surya Paloh, ketua umum partai Nasdem beberapa waktu lalu. sehingga kita mengaggap ada konspirasi politik didalamnya. Kami minta Kajati Salseluntuk mundur dari jabatannya,” ungkap ketua umum GPM, Kamrin dalam Orasinya.

Selain melakukan orasi, demonstran juga membentangkan spanduk berisi tuntutan-tuntutan.

“Partai kejati Sulselbar koalisi gemuk dengan partai nasdem. copot kejati sulselbar #GPMI Melawan,” tulis spanduk yang dibentangkan.

Selain GPMI, Tindakan Kajati Sulsel menuai kontroversi dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Prodi Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad.

Muhammad mengaku sangat menyayangkan Kepala Kejati Sulselbar yang menjemput kedatangan pimpinan partai politik (Parpol).

Menurutnya, lembaga kejaksaan merupakan institusi yang dituntut ekstra tinggi terkait integritas. Jika ASN dituntut netral dan integritas, maka kejaksaan diharapkan sepuluh kali lipat dari itu.

“Kalau misalnya ASN di birokrasi diminta untuk netral dan menjaga integritas, itu lembaga kejaksaan sepuluh kali lipat diharapkan publik dan dituntut untuk memenuhi itu,” tegas Muhammad, Senin (25/3/2019) dilansir tribun.

reporter: Fatwa

Tinggalkan Balasan