Sulselmengabari, Makassar- Pemerintah kota Makassar melalui Dinas Perdagangan (Disdag), menggelar oprasi pasar, Selasa, (11/2/2020) siang.

Dua pasar jadi lokasi oprasi yakni pasar Terong dan Pasar Pabbaeng-baeng Makassar. Oprasi pasar digelar untuk mengontrol harga bahan pokok berupa gula pasir yang dikabarkan meroket.

“Dinas perdagangan Provinsi yang menginisiasi operasi pasar ini, operasi pasar ini sebagai tindak lanjut rapat yang dipimpin Kadis Perdagangan Provinsi tanggal 10 Februari di kantor Dinas Pergangan Provinsi, yang juga dihadiri oleh TPID,” ungkap Kadisdag Makassar, Muh. Yasir di lokasi oprasi pasar.

Sebanyak 2,5 ton gula pasir berhasil didistribusikan dari PT. Benteng Baru kepada pedagang pasar Terong dan Pabbaeng-baeng.

“Kalau kita biarkan masalah ini, bisa memicu inflasi, makanya kita minta dukungan distributor. Distributor kasih kita harga 12.350 rupiah, jadi kita kasih pedagang 150 rupiah perkilo,” tambah Yasir.

Kelangkaan gula di Makassar yang mengakibatkan harga meroket ditenggarai kurangnya pasokan gula dari pabrik, dikarenakan kurangnya stok bahan baku dari petani. “Memang kurang pasokan dari pabrik, memang musim giling itu bulan maret,” ibuhnya.

Tidak ketinggalan, Dirut PD. Pasar Makassar yang baru terpilih, Basdir turut serta dalam oprasi pasar, kehadirannya sontak mendapat sanjungan dari Kadisdag.

“Terima kasih banyak pak dirut, berkat pengawalan dari direksi PD. Pasar seharian ini, kegiatan ini bisa sukses,” kata Yasir dihadapan awak media.

Basdir menambahkan jika kegiatan serupa akan terus digelar di sejumlah pasar lainnya yang ada di kota Makassar hingga harga pasar betul-betul dapat dikontrol.

“Ini akan terus berlanjut hingga harga kembali normal, kami bersyukur sekali karena sinergitas bersama Disperindag ini luar biasa mulai dari kita berbagi tugas, sampai hari ini alhamdulillah berjalan lancar, intinya kita mau kendalikan harga,” tegas Basdir. (Fatwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here