iklan









Sulselmengabari, Bantaeng-Gelaran Pra Porprov XVII cabang olahraga climbing atau panjat tebing di Wall Climbing FPTI Bantaeng, Kawasan Pantai Seruni Bantaeng pada Rabu (26/1/2022) sudah memasuki hari keenam. Setidaknya sudah ada 15 medali yang keluar untuk lima kategori.

Lima kategori tersebut yakni speed klasik putra dan putri, speed klasik tim putra dan putri, dan speed klasik campuran. dari lima kategori tersebut, FPTI Makassar meraup empat medali, dua emas dan dua perak. Kemudian FPTI Pangkep memperoleh dua emas dan dua perunggu.

Selanjutnya kontingen dari FPTI Pinrang meraup medali sebanyak empat, yakni satu medali emas, satu medali perak, dan dua perunggu.

Kemudian FPTI Sinjai meraih dua medali perunggu, serta kontingen FPTI Lutim meraih satu medali perunggu.

Sport climbing atau cabang olahraga panjat semakin diminati. Hal itu dibuktikan dengan bertambahnya jumlah atlet yang mengikuti gelaran Pra Porprov XVII di Kabupaten Bantaeng.

Ajang yang digelar di Wall Climbing FPTI Bantaeng itu, menghadirkan 215 atlet dari 24 kontingen FPTI se-Sulsel.

Jika dibandingkan pada Porda Sinjai 2017 lalu, atlet yang terjun hanya 197 dari 18 pengurus cabang (pengcab) FPTI se-Sulsel.

Pra Porprov ke XVII panjat tebing masih berlangsung di Wall Climbing, Kawasan Pantai Seruni, Bantaeng sejak Jumat (21/1/2022).

Rupanya, FPTI Sulsel menunjuk Bantaeng tuan rumah lantaran memiliki fasilitas venue yang cukup mendekati standar.

Ketua Harian FPTI Sulsel, Ir Anjar menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan sehingga FPTI Bantaeng ditunjuk sebagai panitia pelaksana dalam ajang menuju Porprov itu.

Salah satu pertimbangan adalah kelayakan venue di Bantaeng. Selain itu, pada 2014 di daerah berjuluk Bumi Butta Toa ini pernah digelar Porda ke-15.

“Bantaeng sebagai tempat penyelenggaraan. Pertama Bantaeng pernah menjadi tuan rumah Porda,” kata Anjar saat ditemui, Senin (24/1/2022) sore.

Dia menyebut, venue panjat tebing yang memenuhi standar hanya ada dua di Sulsel, yakni Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Bantaeng.

“Kemudian, di antara beberapa sarana panjat tebing yang ada di Sulsel, baru ada dua yang memadai yaitu hanya ada di Kabupaten Pinrang dan Bantaeng. Setelah Porda di Pinrang (2018), akhirnya kita pilih Bantaeng karena venue bisa dibilang mendekati standar,” ujarnya.

Selain itu, Bantaeng juga adalah daerah yang intervensi penanganan covid-19 sangat baik. Sehingga Bantaeng adalah tempat yang aman bagi atlet panjat tebing se-Sulsel dari wabah korona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here