Di Pertemuan Komunitas Pengungsi, Kaban Kesbangpol Makassar Zainal Ibrahim Tekankan Tiga Hal Penting

Yuk bagikan berita ini !

Sulselmengabari,Makassar – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar kembali menjadi Narasumber pada kegiatan dialog dengan Komunitas Pengungsi yang ada di Kota Makassar serta Rapat Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan Penanganan Pengungsi (Sesi II, Myanmar dan Sri Langka) yang digelar  International Organization for Migration (IOM) bertempat di Hotel Novotel Grand Shayla, Jl. Chairil Anwar No. 28, Makassar,Rabu ( 20/09/2023).

Pada pertemuan rutin ini, Zainal Ibrahim menekankan kepada para pengungsi untuk tetap mengikuti aturan – aturan perundang undangan yang berlaku baik itu peraturan pusat maupun pemerintah daerah.

“Kita tadi itu pertemuan berkala tiap tiga bulan, kita berdialog dengan pengungsi dari Myammar, Srilangka dan Pakistan. Memang  yang mengemuka pada pertemuan itu adalah proses resetlemen mereka, resetlemen itu proses dimana mereka sudah  bisa dipindahkan ke negara ke tiga yang mau menerima  mereka,” ujar Zainal Ibrahim.

Zainal Ibrahim melanjutkan bahwa,”kenapa mereka pertanyakan itu, karena ada yang sudah 10 tahun disitu, sudah ada dari tahun 2011, ada yang 2013, dan ada yang sudah 2014 menurut mereka sudah terlalu lama dan mereka sudah mengisi aplikasi yang disiapkan UNHCR aplikasi kogo mereka sudah summit disitu tapi belum ada kejelasan penerimaan kapan mereka diberangkatkan. Memang kewenangan ini memang tidak ada pada satgas pengungsi luar negeri, kewenangan itu ada di UNHCR yang merupakan lembaga PBB yang berkoodinasi dengan negara penerima pengungsi itu,” jelasnya.

“Kemudian pada pertemuan ini, saya tekankan tiga hal  kepada para pengungsi bahwa selama mereka di Makassar harus mentaati peraturan perundang – undangan yang berlaku baik itu peraturan pusat dan daerah,  dan kedua, menjaga ketentraman dan ketertiban baik di comunity house mereka atau tempat tinggal mereka maupun jika ada di area – area publik, dan yang  ketiga kita tekankan minta senantiasa koordinasi dengan stake holder dalam hal satgas pengungsi luar negeri karena selama ini aspirasi mereka di sampaikan dengan demostrasi di depan menara Bosowa, itu cukup menggangu ketertiban umum,” pungkasnya.

Perlu di informasikan bahwa, pada dialog dengan komunitas pengungsi ini, dihadiri sejumlah instansi terkait termasuk Badan Kesbangpol Makassar, tentunya pertemuan ini dengan tujuan mencarikan solusi terbaik dalam hal penanganan pengungsi di Makassar.