Sulselmengabari, Makassar – Pemadaman listrik, yang kerap kali dilakukan PLN tanpa pemberitahuan, memotivasi Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto berencana akan membuat pembangkit listrik yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Makassar.

Rencana Danny sapaan akrab Moh.Ramdhan Pomanto ini di dukung dengan kapasitas sampah di Makassar yang bisa menghasilkan energi listrik sebesar sangat 10-13 Megawatt per harinya selama 11 tahun.

Danny menilai besaran energi tersebut didapatkan dari hasil pembakaran 1000 ton sampah per hari.

“Kita beruntung masuk dalam 7 kota di Indonesia yang dipilih untuk merubah sampah jadi energi. Sudah ada investor yang melirik. Kita siapkan lahannya, mereka yang siapkan teknologi. Teknologinya mereka pakai yang paling terkini,” katanya, Rabu (20/12/2017).

Sebelumnya, awal Desember lalu, Danny telah mengadakan pertemuan dengan sebuah perusahaan Belanda Faveo Trading The Nerherlands di Kantor Balai Kota untuk membahas kerjasama pengelolaan sampah jadi energy listrik.

“Penjajakan kerjasama, kita akan mengubah sampah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan. Kemungkinan penjajakan akan memakan waktu selama 12 bulan. Kita harus melalui beberapa tahap sebelum memulai ini, seperti penandatanganan MoU, Kalau Pra Feasibility Study. Proses Biodigester, akan dimulai setelah alat semua terpasang. Setelah gas terbentuk, produksi mulai dilakukan,” jelasnya. (Abr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here