Sulselmengabari, Makassar – “Apakah kalian merasakan cuaca sekarang lebih panas? Apa hubungannya dengan hutan?” Tanya Pak Umar, guru SMKN Kehutanan, kepada 320 siswa SDIT Ar-Rahmah, Makassar, yang hadir di lapangan sekolah, Kamis, 21 Maret 2019.

Ratusan siswa itu berkumpul di lapangan sekolah yang terletak di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea dalam rangka peringatan Hari Hutan Sedunia (21 Maret) dan Hari Air Sedunia (22 Maret). Kepala SDIT Ar-Rahmah, Bu Yustria, mengatakan bahwa peringatan Hari Air Sedunia di sekolahnya mengusung tema Save the Water. Tema ini diangkat sesuai realitas sekarang agar anak–anak punya kesadaran kritis peduli pada air bersih.

Pertanyaan pembuka dari Pak Umar itu rupanya cukup membuat anak–anak yang hadir penasaran dan memancing rasa ingin tahu mereka. Pak Umar mengatakan bahwa kerusakan hutan bisa terjadi karena penebangan liar, kebakaran hutan, perambah hutan oleh peladang berpindah dan bisa juga karena serangan hama penyakit.

“Dampak kerusakan hutan cukup luas. Bisa membuat manusia susah dan sulit dapat air, mengakibatkan banjir, longsor dan bencana alam lainnya,” jelas Pak Umar.

Agar anak-anak lebih mudah memahami dampak kerusakan hutan, dan tindakan apa yang dapat mereka dilakukan maka anak-anak kemudian diajak bermain kuis. Permainan kuis bagaimana cara menjaga hutan di bumi ini rupanya cukup disukai anak-anak. Dengan begitu mereka lebih mudah memahami materi yang disampaikan bahwa kerusakan hutan yang memicu panas bumi juga punya kaitan dengan terganggunya siklus air. Karena itu tindakan sederhana yang bisa dilakukan, yakni melakukan gerakan peduli dan hemat air.

“Senang sekali ikut acara ini, insya Allah saya akan lebih hemat menggunakan air, ” tutur Alwan siswa kelas VI.

Upaya mengajak anak–anak peduli air juga dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al–Abrar, di Jl Bontoduri Raya, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar. Kepala Sekolah MI Al-Abrar, Andi Harmiah Tannang, S.PdI., M.PdI., mengatakan bahwa acara di sekolah yang dipimpinnya diisi oleh tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan sebanyak 5 orang.

“Bumi ini 70% terdiri dari air, tapi hanya 3% air tawar. Selebihnya adalah air asin dan es”, jelas Kak Dwi kepada para siswa.

Kegiatan di sekolah MI Al-Abrar ini kemudian dilanjutkan dengan peragaan bagaimana menyiram tanaman yang hemat air, juga ada kuis bijak dalam menggunakan air, serta penjelasan tentang hewan langka di Indonesia. Berbagai informasi menarik ini diharapkan akan menambah wawasan anak-anak sehingga tumbuh kesadaran mereka terhadap alam lingkungan.

Peringatan Hari Air Sedunia di sekolah ini ditutup dengan pembagian tumbler air minum sebagai kampanye menggunakan botol minum isi ulang menggantikan minuman air kemasan untuk mengurangi sampah plastik.

Kepala SD Inpres Unggulan BTN Pemda, Dr. Hj. Andi Agusniati, M.Pd mengapresiasi kegiatan peringatan Hari Air Sedunia di SDIT Ar-Rahmah dan MI Al–Abrar sebagai ikhtiar mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Apalagi kedua sekolah itu merupakan binaan SD Inpres Unggulan BTN Pemda yang tahun lalu meraih Adiwiyata Nasional.

“Kami perlu mendukung setiap kegiatan sekolah-sekolah binaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup agar mereka bisa menjadi Sekolah Adiwiyata,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Andi itu.(*)

Tinggalkan Balasan