iklan









Sulselmengabari, Makassar – Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres Baraya 1 Makassar, Andi Jahida angkat bicara pasca diberitakan dengan dugaan tindakan pungutan liar (Pungli).

Andi Jahidah, ditemani sejumlah orang tua murid melakukan klarifikasi dihadapan wartawan. Ia menegaskan jika pungutan yang dilakukan di sekolahnya telah melewati proses musyawarah dengan orang tua murid. Sehingga disebutnya pungutan tersebut tidak bersifat memaksa.

“Kita melakukan pungutan setelah ada kesepakatan dengan orang tua murid baik itu dalam bentuk rapat maupun pemberitahuan melalui pesan Whatsapp di grup sekolah. Ini semata mata demi kepentingan anak didik dan kemajuan sekolah.” ungkap Jahidah, saat ditemui di sebuah warkop jalan Lacukkang, Makassar, pada Selasa (17/12/19) siang.

Berita miring terkait sejumlah pungutan, bagi-bagi uang pembayaran uang les (bimbingan), untuk guru dan kepala sekolah (Kepsek) dengan tegas ditepisnya.

“Uang bimbingan itu memang ada, tetapi sudah disepakati melalui surat yang ditanda tangani oleh orang tua murid. Dan tidak ada paksaan. Adapun yang lain lainnya (pembagian jatah/red), itu tidak benar.” tegasnya.

Selain itu, guru olahraga Andi Asniar, yang namanya ikut mencuat dalam pemberitaan tersebut ikut angkat bicara, terkait tabungan murid dan pembungkus buku.

“Kita memang mendorong inisiatif siswa untuk menabung, maksudnya supaya kalau nanti ada kegiatan, tabungan itu bisa digunakan,” jelasnya.

Andi asniar menjelaskan jika pengadaan buku dan sampul buku bagi siswa memang belum terealisasi dikarenakan masih banyak siswa yang belum menyelesaikan pembayarannya.

“Penjualan pembungkus (sampul) buku melalui koperasi sekolah pak, Dan tidak ada paksaan dari pihak kami untuk itu,” tambahnya dihadapan media.

Disisi lain, Pemerintah kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar, langsung meninjau SD Inpres 1 Baraya pasca diberitakan, guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan langsung dari pihak sekolah. (Fatwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here